Jadwal Imunisasi Anak Lengkap Usia 0 – 18 Tahun

Jadwal Imunisasi Anak Lengkap Usia 0 - 18 Tahun

Imunisasi ialah pemberian bahan-bahan antigen yang bertujuan agar memperoleh kekebalan tubuh pada manusia sehingga meminimalisir adanya penyakit. Intinya, imunisasi bertujuan supaya tubuh bisa melindungi diri. Ada banyak sekali jenis imunisasi. Untuk itu, para orang tua harus tahu jadwal imunisasi anak agar kekebalan tubuh anak bisa maksimal. Jika terlambat, resiko terkena penyakit tertentu akan lebih besar. Di sini, kami akan membahas lengkap tentang jadwal imunisasi anak untuk memastikan anak kalian tidak melewatkannya.

Vaksin Imunisasi untuk Anak Usia di Bawah 1 Tahun

Imunisasi yang paling vital adalah pada usia kurang dari 1 tahun. Pada usia ini, setidaknya ada 5 kali jadwal imunisasi bayi yang harus dilakukan. Pertama adalah adalah vaksin hepatitis B. Biasanya, imunisasi ini diberikan beberapa jam setelah bayi lahir. Selain itu, pada usia 0 bulan, bayi lahir juga harus mendapatkan vaksin BCG dan juga vaksin polio 0.

Bertutut-turut di usia 2,3 dan 4 bulan, jadwal imunisasi yang harus dilakukan adalah pemberian vaksin DPT, hepatitis B, berturut-turut vaksin Hib-1,2 &3, serta berturut-turut vaksin polio 1,2 dan 3. Ketika usia anak sudah menginjak 9 bulan, maka ia harus diberikan vaksin campak. Namun, kadang pemberian imunisasi bisa juga terlambat karena faktor tertentu. Sebagai gantinya, kalian bisa membuat jadwal khusus dengan dokter di bidangnya.

Jadwal Imunisasi berdasarkan Kelompok Umur

Jadwal imunisasi anak harus dilakukan sesuai jadwalnya. Tak hanya pada masa kanak-kanak, imunisasi juga masih perlu dilakukan hingga remaja. Mulai dari usia kurang dari 1 tahun, beberapa vaksin yang perlu diberikan untuk imunisasi antara lain adalah hepatitis B, BGC, DPT, polio, HiB, campak, pneumokokus dan juga rotavirus.

Di usia 1 hingga 4 tahun, beberapa vaksin yang sama juga masih tetap diberikan yaitu DPT, polio, HiB, dan pneumokokus. Namun, ada beberapa vaksin tambahan untuk imunisasi di usia tersebut. Diantaranya meliputi vaksin MMR, hepatitis A, varisela, serta influenza.

Memasuki usia 5 sampai 12 tahun, vaksin DPT, polio, campak, hepatitis A, influenza, pnemokokus, dan varisela juga masih diberikan. Namun, ada 1 tambahan vaksin baru untuk imunisasi anak di usia ini yaitu vaksin tifoid.

Saat memasuki usia remaja, orang tua harus tahu jadwal imunisasi anak remaja, khususnya di usia 12 hingga 18 tahun. Selain vaksin hepatitis B, tifoif, MMR, hepatitis A, influenza, varisela, dan pneumokokus, pemberian vaksin td dan HPV juga perlu dilakukan. Bahkan, imunisasi masih diperlukan meski usia sudah lanjut. Di usia lanjut, vaksin yang masih diperlukan adalah influenza dan pneumokokus.

Jenis-jenis Imunisasi Wajib untuk Anak Beserta Pengertiannya

Ada setidaknya 8 jenis vaksin yang wajib diberikan pada anak. Pertama adalah vaksin MMR untuk mencegah campak, gondongan, serta rubella. Kedua, ada vaksin tofoid untuk mencegah infeksi bakteri yang disebut Salmonella typhii yang menjadi penyebab tifus. Ketiga, ada vaksin rotavirus yang bisa mencegah infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan diare kronis. Selanjutnya ada vaksin pneumokokus atau PCV untuk melindungi dari infeksi bakteri pneumokokus yang bisa menyebabkan infeksi telinga, meningitis, dan pneumonia.

Ada juga vaksin varicella atau varivax untuk pencegahan cacar air. Agar terhindar dari flu, vaksin influenza juga wajib diberikan dan sebaiknya dilakukan secara rutin. Vaksin Hepatitis A juga wajib diberikan agar anak terhindar dari infeksi virus hepatitis A. Satu lagi, ada vaksin human papilloma virus (HPV) untuk melindungi anak dari virus HPV yang bisa mengakibatkan kanker anus, penyakit seks menular dan kanker serviks. Setelah mengetahui jadwal imunisasi anak, sebagai orang tua sebaiknya memberikan imunisasi anak secara tepat waktu.

shares